MANAJEMEN MONETER DALAM MASA KRISIS

  • Doddy Zulverdi

Abstract

Krisis nilai tukar yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 telah berkembang menjadi krisis ekonomi akibat kerapuhan di sisi ekonomi mikro dan ketidaktepatan kombinasi kebijakan ekonomi  makro. Permasalahan yang dihadapi dalam pemilihan strategi kebijakan ekonomi makro adalah adanya konflik (tradeoff) antarkebijakan akibat sifat krisis yang multidimensional.

Kebijakan moneter sebagai salah satu elemen kebijakan ekonomi juga tidak terlepas dari kesulitan yang sama, yaitu dalam mengakomodasi berbagai sasaran kebijakan secara serentak. Kesulitan tersebut telah berlangsung sejak periode sebelum krisis dan berdampak negatif terhadap kondisi fundamental ekonomi makro yang berdasarkan hasil pengamatan ternyata tidaklah sekuat yang diyakini semula.

Kesulitan yang dihadapi oleh otoritas baik dalam memilih maupun mengimplementasikan strategi kebijakan moneter juga dialami oleh berbagai negara yang pernah mengalami krisis serupa. Tidak ada satu strategi pun yang cocok diterapkan di semua situasi dan di semua negara. Pemilihan strategi yang tepat ditentukan oleh jenis tekanan eksternal yang dihadapi, karakteristik struktur ekonomi, dan prioritas sasaran akhir yang dipilih. Berdasarkan kriteria tersebut dan mengingat masih rapuhnya sistem perbankan sebagai suatu jalur transmisi kebijakan moneter terpenting serta masih sangat rentannya perekonomian Indonesia terhadap tekanan-tekanan eksternal, maka penerapan strategi jangkar inflasi di dalam suatu sistem nilai tukar yang agak fleksibel kiranya layak untuk dipertimbangkan secara mendalam.

Tulisan ini dibagi ke dalam lima bagian. Bagian pertama menjelaskan latar belakang pentingnya memilih strategi kebijakan moneter (termasuk kebijakan nilai tukar) yang tepat untuk membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi. Dalam bagian kedua diulas beberapa alternatif strategi kebijakan ekonomi-moneter dari sisi teori. Selanjutnya, bagian ketiga membahas faktor-faktor yang memicu dan memperdalam krisis di Indonesia dan kebijakan yang telah diambil termasuk konflik yang dihadapi dalam penerapan strategi kebijakan moneter. Di bagian keempat, dengan mengacu kepada konsep teori dan pengalaman negara-negara lain serta pengalaman Indonesia sendiri, diajukan beberapa alternatif strategi kebijakan moneter yang dapat diterapkan di Indonesia. Bagian kelima mengemukakan beberapa kesimpulan umum berikut rekomendasi kebijakan yang ditawarkan.

 

References

ADB Institute, Asia: Responding to Crisis,1998.

Bank Indonesia, Report for the Financial Year 1997/98, Jakarta, 1998.

Bank Negara Malaysia, Measures to Regain Monetary Independence, Kuala Lumpur, September 1998.

_______________, Exchange Control Notices, Kuala Lumpur, 1998.

Goldfajn, Ilan, dan Rodrigo O. Valdes, Are Currency Crisis Predictable?, IMF Working Paper No. 97/159, Washington, D.C., 1997.

Harberger, Arnold C., Notes on the Indonesian Crisis, An Aide-memoire on a series of meeting in Jakarta, UCLA, September 1998.

___________________, The Anatomy of Crisis, Keynote Address at a conference on sustaining economic growth in Indonesia, UCLA, Desember 1997.

Houben, Aerdt C.F.J., Exchange Rate Policy and Monetary Strategy Options in the Philippines - the Search for Stability and Sustainability, IMF Paper on Policy Analysis and Assessment, PPAA/97/4, Washington, D.C., 1997.

IMF, World Economic Outlook, May Edition, Washington, D.C., 1995.

_____________, The IMF’s Response to the Asian Crisis, External Relations Department, Washington, D.C., Juli 1998.

Kaminsky, Graciela L., Currency and Banking Crisis: the Early Warnings of Distress, Washington, D.C., 1998.

Kaminsky, Graciela L., dan Carmen M. Reinhart, The Twin Crisis: the Causes of Banking and Balance of Payments Problems, Washington, D.C., 1996.

Krugman, Paul, External Shocks and Domestic Policy Responses, dalam The Open Economy: Tools for Policymakers in Developing Countries, edited by Rudiger Dornbusch and F. Leslie C.H. Helmers, p. 54-79, Oxford University Press, New York, 1995.

______________, Currency Crises, downloaded at http://www.mit.edu/krugman. October.1998.

McNelis, Paul D., Money Demand, Financial Distress, and Exchange Rate Uncertainty in Indonesia, A Research Paper written at Bank Indonesia, unpublished, Jakarta, April 1998.

________________, Financial Liberalization, Share Price Volatility and Monetary Policy: The Experience of Indonesia, A Research Paper written at Bank Indonesia, unpublished, Jakarta, Juli 1994.

Meigs, James, Lessons for Asia from Mexico, The Cato Journal Vol 17 No.3, 1998.

Nananukool, Surasak, Learning from the Asia Currency Curency Crisis - An Insider View from Thailand, A paper presented at the Carnegie Mellon University, Graduate School of Industrial Administration, March 1998.

Paderenga, Cayetano, Currency Crisis and Policy Response: The ASEAN and Philippine Case, September 1998.

Pasadilla, Gloria, What Make Countries Vulnarable to Currency Crisis ?, ADB Institute Seminar-Workshop on Asia’s Financial Crisis: Lessons and Policy Responses, September 1998.

Poole, William, Optimal Choice of Monetary Policy Instruments in A Simple Stochastic Macro Model, Quarterly Journal of Economics, Vol. 84, hal. 197 - 216, Mei 1970.

Radelet, Steven, dan Jeffrey Sachs, The Onset of the East Asian Financial Crisis, 1998.

Waluyo, Dody B., dan Benny Siswanto, Peranan Kebijakan Nilai Tukar dalam Era Deregulasi dan Globalisasi, Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Vol. 1, No. 1, Juli 1998.

Warjiyo, Perry, dan Doddy Zulverdi, Penggunaan Suku Bunga sebagai Sasaran Operasional Kebijakan Moneter di Indonesia, Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Vol. 1, No. 1, Juli 1998.

World Bank, Indonesia in Crisis: A Macroeconomic Update, Washington, D.C., 1998.
Published
2003-10-11
Section
Articles